Informasi Media

Pusat Informasi dan Berita KA

RENCANA OPERASI ANGKUTAN LEBARAN 2013

Tanggal Publish : 17 Jul 2013 09:27:00

Tradisi tahunan mudik lebaran Idul Fitri 1434 H tahun 2013 jatuh pada hari Kamis-Jumat, 8-9 Agustus 2013. Walaupun mudik lebaran merupakan momen tahunan, tapi karena skalanya cukup besar, menasional dan waktunya bersamaan, kegiatan ini perlu diantisipasi karena permintaan kebutuhan transportasi sangat tinggi. Untuk mengantisipasi kebutuhan pengguna jasa kereta api pada masa Lebaran, maka perlu disusun Rencana Operasi Angkutan KA yang terpadu, sebagai pedoman bagi seluruh jajaran PT. KAI dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa kereta api, dengan menitikberatkan pada faktor keselamatan, keamanan dan kelancaran perjalanan KA (PERKA). Adapun rencana operasi angkutan Lebaran 2013 adalah sebagai berikut :

1. Masa angkutan Lebaran ditetapkan selama 18 hari, dimulai Pra Lebaran selama 7 hari (H1-7) pada 1 Agustus s.d. 7 Agustus 2013, masa Lebaran selama 2 hari (H1-H2) pada tgl 8-9 Agustus 2013 dan Purna Lebaran selama 9 hari (H2+9) atau mulai 10 Agustus s.d.18 Agustus 2013.
2. Puncak arus mudik Lebaran (Pra Lebaran) diperkirakan pada H1-2, Selasa 6 Agustus 2013 dan puncak arus balik Lebaran (Purna Lebaran) diperkirakan terjadi pada H2+2 atau Minggu, 11 Agustus 2013.
3. Skenario operasi :
  a. Memenuhi Stamformasi rangkaian KA Reguler sesuai dengan stamformasi GAPEKA 2013 serta MALKA (Maklumat Kereta Api). Selain itu, dipersiapkan tahapan-tahapan mulai dari maksimalisasi stamformasi KA reguler, menjalankan KA Lebaran tertentu sesuai kebutuhan, maksimalisasi stamformasi KA reguler sampai batas daya tarik lokomotif
  b. Untuk wilayah Jawa, PT KAI menyiapkan 265 rangkaian KA Reguler, 22 KA Tambahan Komersial serta 18 KA Ekonomi, dengan ketersediaan tempat duduk sebanyak 179.192 termasuk tambahan KA Krakatau Ekspres lintas Madiun-Merak dengan kapasitas tempat duduk 1.216. KA Krakatau Ekspres ini direncanakan mulai dijalankan tanggal 24 Juli 2013. Daftar KA-KA tambahan adalah sebagai berikut :
    Tabel 1. KA Tambahan Kelas Eksekutif dan Bisnis

No Nama KA Relasi* Stamformasi Jumlah
Rangk SF TD
1 Argo Lawu Lebaran Slo-Gmr CC204 + 8 K1k + 1 M1 + 1 B + 1 BP 1 11 400
2 Argo Lawu Lebaran Gmr-Slo CC204 + 8 K1 + 1 M1 + 1 B + 1 BP 1 11 400
3 Gumarang Eksekutif Gmr- Sbi CC204 + 7 K1 + 1K M1 + 1 BP 1 9 350
4 Gumarang Eksekutif Sbi-Gmr CC204 + 7 K1 + 1K M1 + 1 BP 1 9 350
5 Gajayana Lebaran Ml-Gmr CC204 + 7 K1K + 1 M1 + 1 BP 1 9 350
6 Gajayana Lebaran Gmr-Ml CC204 + 7 K1K + 1 M1 + 1 BP 1 9 350
7 Sancaka Lebaran YK- Sdt CC201 + 4 K1 + 5 K2 + 1MP2 + 1K2A 1 11 520
8 Sancaka Lebaran Sdt -Yk CC201 + 4 K1 + 5 K2 + 1MP2 + 1K2A 1 11 520
9 Lodaya Lebaran Pagi Bd-Slo CC204 + 4 K1 + 4 K2 + 1 MP2 + 1K2A 1 10 456
10 Lodaya Lebaran Pagi Slo-Bd CC204 + 4 K1 + 4 K2 + 1 MP2 + 1K2A 1 10 456
11 Lodaya Lebaran Malam Bd-Slo CC204 + 4 K1 + 4 K2 + 1 MP2 + 1K2A 1 10 456
12 Lodaya Lebaran Malam Slo-Bd CC204 + 4 K1 + 4 K2 + 1 MP2 + 1K2A 1 10 456
13 Argojati Gmr-Cn CC204 + 7K1 + 1M1+ 1B+1P 1 10 350
14 Argojati Cn-Gmr CC204 + 7K1 + 1M1+ 1B+1P 1 10 350
15 Argo Parahyangan Gmr - Bd CC204 + 4K1 + 2K2 + 1M1 + 1B + 1P 1 9 328
16 Argo Parahyangan Bd - Gmr CC204 + 4K1 + 2K2 + 1M1 + 1B + 1P 1 9 328
17 Cirebon Ekspres Gmr-Cn CC204 + 8K2 + 1KMP2 + 1B 1 10 512
18 Cirebon Ekspres Cn-Gmr CC204 + 8K2 + 1KMP2 + 1B 1 10 512
19 Cirebon Ekspres Gmr-Cn CC204 + 4 K1 + 3K2 +1M1 + 1B + 1P 1 9 392
20 Cirebon Ekspres Cn-Gmr CC204 + 4 K1 + 3K2 +1M1 + 1B + 1P 1 9 392
21 Sawunggalih Lebaran Jakk - Kta CC201 + 8K2 + 1MP2 + 2B 1 11 512
22 Sawunggalih Lebaran Kta- Jakk CC201 + 8K2+ 1MP2 + 2B 1 11 512

 

Tabel 2. KA Tambahan Ekonomi AC

No Nama KA Relasi* Stamformasi Jumlah
Rangk SF TD
1 Tawang Jaya Pse-Smc CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 2K2A 1 11 896
2 Tawang Jaya Smc-Pse- CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 2K2A 1 11 896
3 Pasundan Kac-Sgu CC201 + 6 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 8 684
4 Pasundan Sgu-Kac CC201 + 6 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 8 684
5 Kutojaya Utara Pse-Kta CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 2K2A 1 11 896
6 Kutojaya Utara Kta-Pse CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 2K2A 1 11 896
7 Kutojaya Selatan Kac-Kta CC201 + 6 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 8 684
8 Kutojaya Selatan Kta-Kac CC201 + 6 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 8 684
9 Matarmaja Pse-Ml CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 10 896
10 Matarmaja Ml-Pse CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 10 896
11 Kertajaya Pse-Sbi CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 10 896
12 Kertajaya Sbi-Pse CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 10 896
13 Mantab Jakk-Mn CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K3A 1 10 896
14 Mantab Mn-Jakk CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K3A 1 10 896
15 Bengawan Jakk-Sk CC204 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K3A 1 10 896
16 Bengawan Sk-Jakk CC204 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 10 896
17 Merak Eksp Mn-Mer CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K2A 1 10 896
18 Merak Eksp Mr-Mn CC201 + 8 K3 + 1 KMP3 + 1K3A 1 10 896

 

Keterangan :

Slo : Stasiun Solobalapan   Thb : Stasiun Tanah Abang
Gmr : Stasiun Gambir, Jakarta   Mer : Stasiun Merak
Ml : Stasiun Malang   Mn : Stasiun Madiun
Bd : Stasiun Bandung   Smc : Stasiun Semarang Poncol
Sgu : Stasiun Surabaya Gubeng   Sk : Stasiun Solojebres
Yk : Stasiun Tugu Yogyakarta   Jakk : Stasiun Jakarta kota
Kta : Stasiun Kutoarjo   Sbi : Stasiun Surabaya Pasarturi
Pse : Stasiun Pasarsenen Jakarta   Sdt : Stasiun Surabaya Sidotopo
Cn : Stasiun Cirebon   Kac : Stasiun Kiaracondong Bandung
  c. Armada lokomotif disiapkan sebanyak 324 unit, meliputi lokomotif dinas sebanyak 290 unit dan cadangan 34 unit, naik cukup signifikan dibanding lebaran tahun lalu karena adanya tambahan lok CC 206. Sedangkan armada kereta yang disiapkan berjumlah 1580 unit
  d. Prasarana, menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pada titik-titik yang dianggap rawan seperti banjir dan longsor dan mengadakan pemeriksaan ekstra seluruh jalur KA serta perondaaan di lintasan KA pada waktu-waktu rawan. Selain itu juga bekerjasama dengan instansi terkait (Pemda, aparat keamanan) untuk keselamatan di perlintasan-perlintasan sebidang
4. Hal-hal terkait Ketentuan Pelayanan ticketing selama masa angkutan lebaran diatur sebagai berikut :
  a. Penjualan tiket KA Lebaran Kelas Komersial maupun kelas ekonomi dilayani sejak 1 Juni 2013. Untuk pengoperasian perjalanan KA lebaran baik KA Komersial maupun KA Ekonomi akan dijalankan mulai H1-7 s.d. H + 10 (1 Agustus 2013 s.d. 10 Agustus 2013)
  b. Penjualan tiket (reservasi) KA Jarak jauh dan sedang semua kelas dilayani H-90 dan mulai running ticketing mulai jam 00.00WIB.
  c. Tempat penjualan: pusat reservasi stasiun, kantor pos, agen tiket KA, Indomaret, Alfamart, dan melalui Railcard & Railbox, CIMB Clicks, Fastpay, dan Contact Center 121. Untuk CC 121 dan beberapa loket di Daop tengah buka 24 jam.
  d. Boarding 1 s/d 2 jam sebelum KA berangkat, nama yang tertera dalam tiket harus sesuai dengan kartu tanda pengenal yang dimiliki penumpang.
5. Okupansi maksimum tiap kereta ditetapkan 100% untuk semua kelas dan 150% untuk KA lokal. Pada saat kapasitas angkut sudah terpenuhi, PT KAI tidak mengeluarkan tiket lagi untuk KA yang bersangkutan
6. Tarif bervarisi sesuai dengan tujuan dan tanggal keberangkatan
7. Tarif parsial hanya berlaku untuk KA dengan kelas layanan Eksekutif, bisnis, ekonomi AC
8. Tarif KA Tambahan sama dengan tarif KA reguler yang searah.
9. Tarif Diskon Anak, Lansia, Pensiunan PT.KAI,TNI/POLRI tetap berlaku
10. Tarif Diskon Veteran/LVRI berlaku 30%
11. Tarif Reduksi 25 % untuk pegawai PT. KAI dengan memakai seragam R6
12. Tarif Khusus berlaku bagi KA- KA berikut ini jika okupansi di bawah 60%.
.

KA Argo Bromo untuk relasi Sbi-Smt
KA Argo Bromo untuk relasi Gmr-Cn
KA Argo Lawu untuk relasi Slo-Cn
KA Argo Dwipangga untuk relasi Gmr-Cn
KA Bima untuk relasi Mn-Sgu
KA Turangga untuk relasi Mn-Sgu
Penjualan dengan tarif khusus dilayani 3 jam sebelum keberangkatan KA

13. Tiket KA Jarak Jauh dan sedang tidak bisa digunakan pada KRL
14. Angkutan rombongan dilayani selama masih memungkinkan.
15. Melayani tiket return dengan komputer online
16. Program angkutan Lebaran di bidang keamanan dan ketertiban akan dilaksanakan tambahan pengawalan KA oleh personil POLRI, pengamanan stasioner di stasiun-stasiun penting dan padat penumpang serta patroli lintas oleh anggota Brimob seperti tahun lalu, pemeriksaan barang-barang bawaan penumpang yang mencurigakan, pembuatan spanduk himbauan larangan, serta peringatan di stasiun-stasiun dan perlintasan sebidang yang ramai lalu lintas
17. Pembatalan Tiket
  a. Atas permintaan penumpang, tiket yang telah dibeli dapat dibatalkan dengan dikenakan bea administrasi sebesar 25 % dari harga tiket di luar bea pesan
  b. Pembatalan tiket dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA sebagaimana tercantum dalam tiket yang telah dibeli.
  c. Pelaksanaan proses pembatalan tiket dilakukan dengan menggunakan aplikasi Rail Ticket System.
  d. Tiket lama yang dibatalkan selanjutnya dilampirkan pada laporan penjualan tiket
  e. Untuk tiket yang dibeli di channel eksternal, kode booking dicetak terlebih dahulu menjadi tiket, selanjutnya dapat diproses pembatalan tiket.
18. Pengembalian bea pembatalan yang ditunda :
  a. Pengembalian bea pembatalan dapat dilakukan melalui transfer atau tunai dengan mengisi formulir dan melampirkan fotocopy identitas
  b. Permohonan pembatalan tiket dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api sebagaimana tercantum dalam tiket yang dibeli
  c. Bea tiket dapat diambil dalam jangka waktu 30 s.d 45 hari setelah menerima print out pembatalan
 
Program peningkatan pelayanan dilakukan terus menerus oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Layanan keluhan pelanggan 24 jam non stop melalui Contact Center 121, Customer Service di Stasiun Besar, Customer Service On Train yang selalu siap melayani perjalanan
 
Bila kurang jelas dapat menghubungi VP Public Relations Sugeng Priyono HP. 081357045799 atau melalui e-mail: sugeng.priyono@kereta-api.co.id
 

 

TOP