1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Event SHE

SEMINAR NASIONAL KESELAMATAN PERKERETAAPIAN
Bekerjasama untuk Meningkatkan Keselamatan Perkeretaapian Nasional


31 Maret 2011
Hotel Borobudur, Jakarta

Tujuan Seminar Nasional Keselamatan Perkeretaapian

  1. Mempertemukan semua pemangku kepentingan perkeretaapian untuk secara bersama-sama mendiskusikan dan menyepakati berbagai masukan mengenai strategi dan kebijakan dalam meningkatkan keselamatan perkeretaapian.
  2. Meningkatkan pemahaman peserta seminar mengenai pentingnya sistem keselamatan perkeretaapian yang aman dalam mengembangkan jaringan transportasi perekeretaapian yang berkesinambungan untuk mendukung perkembangan sosial dan ekonomi.
  3. Mensosialisasikan Rencana Keselamatan Operasional PT KAI untuk mengimplementasikan Program Sistem Manajemen Keselamatan.
  4. Mensosialisasikan Program Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
  5. Memberikan gambaran bagaimana industri perkeretaapian di Indonesia dapat mengambil manfaat dari badan industri perkeretaapian internasional dan juga Australasian Railway Association yang telah berkontribusi terhadap pengembangan standar nasional perkeretaapian di Australia dan melakukan pendekatan terhadap pembuatan undang-undang melalui kerjasama dan harmonisasi – “Co-Regulatory Approach”.
  6. Meningkatkan pemahaman atas pentingnya struktur kelembagaan serta peran dan tanggungjawabnya dalam manajemen keselamatan perkeretaapian.
  7. Menjelaskan konsep dan manfaat dari Integrated Safety & Security Management System (ISSMS) berikut struktur dan elemen pembentuknya, berdasarkan pengalaman dan pelajaran yang diperoleh oleh Australia, termasuk peran Australasian Railway Association (ARA), dan Australasian Railway Safety Standars Board (RISSB) - "Industry Leading Development of Operational Standards"

Peserta Yang Diharapkan Hadir

  1. Pemangku Kepentingkan Perkeretaapian Nasional:
    • Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
    • Menteri Perhubungan
    • Menteri Keuangan
    • Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional
    • Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  2. Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)
  3. Masyarakat Transportasi Indonesia (Perkeretaapian)
  4. Lembaga Swadaya Masyarakat terkait
  5. Industri terkait
  6. Perwakilan Akademisi
  7. PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

 

Susunan Acara / Agenda

08.15 - 09.00 REGISTRASI
09.00 - 09.45 PEMBUKAAN ACARA & KATA SAMBUTAN
  Bpk. Ignasius Jonan , Direktur Utama, PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Bpk. Mustafa Abubakar, Menteri Negara BUMN
Bpk. Freddy Numberi, Menteri Perhubungan
09:45 – 10:00 REHAT PAGI
10.00 - 12.00 SESI I – GAMBARAN TENTANG KESELAMATAN PERKERETAAPIAN DI INDONESIA
 

Review Keselamatan di Perkereta-apian
Kondisi keselamatan Perkeretaapian di PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Bpk. Ahmad Najib, VP Safety PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

 

Keselamatan Berawal dari Kehandalan Sarana, Prasarana dan SDM
Pandangan masyarakat tentang keselamatan perkeretaapian
Bpk. Moch. Sardjoko Hendrowijono, Ikatan Insan Perkeretaapian Indonesia

 

Gambaran Keselamatan Perkeretaapian Indonesia
Bpk. Tatang Kurniadi, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)

 

Railway Briefing : PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Paparan dari Industri Perkeretaapian Internasional:
Penjelasan Singkat Mengenai Asosiasi Perkeretaapian Australia

Pandangan dari Industri Perkeretaapian Internasional:
Kerja sama dan harmonisasi dalam peningkatan kebijakan keselamatan perkeretaapian, program nasional keselamatan perkeretaapian, dan pengembangan standar dan regulasi keselamatan perkeretaapian.

Mr. Bryan Nye, Chief Executive Officer, Australasian Railway Association
 

Diskusi Panel Sesi I Moderator:
Bpk. Eddi Hariyadhi, Penasihat, PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

12:00 - 13.00 REHAT PAGI
13:00 - 15:00 PROGRAM KESELAMATAN PERKERETAAPIAN NASIONAL
  Inisiatif Program Keselamatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Bpk. Rono Pradipto, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
 
Integrated Safety Management Systems
Pandangan dari Industri Perkeretaapian Internasional - Pembelajaran:
Bagian A. Pandangan mengenai Integrated Safety Management System (ISMS)
Bagian B. Mengapa ISMS penting bagi Strategi Keselamatan Perkeretaapian Nasional - Pengalaman dari Australia
Mr. Alex Borodin, Australasian Railway Association
 
Safety & Security Outlook - International Perspectives, Australia - USA - Europe & UK
Gambaran tentang Keselamatan & Keamanan Perkeretaapian dari Referensi Internasional
Mr. Brian Bock, Senior Railway Technical Adviser, PP. Arghajata Consulting
 
Diskusi Panel Sesi II Moderator:
DR. Julison Arifin, Praktisi dan Pengamat Perkeretaapian
15:00 – 15:30 REHAT SORE
15.30 - 17.00 SESI III - PANDANGAN REGULATOR TENTANG KESELAMATAN PERKERETAAPIAN
  Program Strategis Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian
Bpk. Hermanto Dwiatmoko, Direktur Keselamatan Perkeretaapian, DIrektorat Jenderal Perkeretaapian - Kementerian Perhubungan
 
Governance Implementasi Keselamatan Perkeretaapian:
Berbagi peran untuk mewujudkan keselamatan perkeretaapian
Bpk. Joko Setiowarno, UNIKA Soegiyopranoto - Semarang
 

Pengembangan Kewenangan Perundang-undangan: Peran dan tanggung jawab regulator Perkeretaapian - kerangka kerja dan strukturnya.
Ms. Julie Bullas, Director, Australian National Railway Regulators

 
Diskusi Panel Sesi III Moderator: TBA
(dilanjutkan dengan penyerahan Souvenir kepada Pembicara)
17.00 KATA PENUTUP
  Penyampaian Ringkasan Seminar dan Pidato Penutupan
Bpk. Ignasius Jonan, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero)