Informasi Media

Pusat Informasi dan Berita KA

144 Lokomotif dan 2400 Gerbong Diasuransikan PT. KAI

Tanggal Publish : 29 Apr 2013 11:52:32

Semakin berkembangnya bisnis perusahaan dan bertambahnya jumlah aset sarana yang dimiliki oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), untuk pertama kalinya PT. KAI mengasuransikan Lokomotif dan gerbong barunya. Sejumlah 144 Lokomotif dan 2400 gerbong ini diasuransikan bekerjasama dengan Konsorsium Asuransi Wahana Tata, asuransi Jasindo dan Asuransi Central Asia dipimpin oleh Asuransi Wahana Tata. Polis asuransi untuk semua resiko akibat dari gempa bumi, dan sabotase terorisme serta tambahan business interruption. Asuransi ini berlaku untuk seluruh kegiatan di wilayah Indonesia.

144 Lokomotif dan 2400 gerbong baru diasuransikan oleh PT KAI

144 Lokomotif dan 2400 gerbong baru diasuransikan oleh PT KAI

"Untuk asuransi aset sarana lokomotif dan gerbong baru pertama kali dilakukan di PT. KAI dan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan besar semua sudah mengkover bisnis asetnya dengan asuransi untuk mengalihkan resiko yang ditanggung oleh perusahaan. Dengan dikover asuransi, maka apabila terjadi kecelakaan semua kerugian termasuk resiko kehilangan pendapatan akibat kecelakaan tersebut akan diganti oleh perusahaan asuransi," tutur Direktur Keuangan PT. KAI, Kurniadi Atmosasmito, saat membuka sosialisasi polis asuransi aset sarana PT. KAI di Arion Swiss-Belhotel, Bandung, Rabu (25/4). Dijelaskan lebih lanjut oleh Kurniadi, dengan adanya asuransi aset sarana ini, secara tidak langsung juga akan merubah tata cara kerja di lingkungan perusahaan seperti unit sarana dan prasarana dalam merawat sarana dan prasarana, penyediaan alat keamanan, selain itu performansi kerja akan semakin meningkat. Karena, jika terjadi kejadian kecelakaan atau kerusakan sarana yang ditanggungkan, klaim asuransi bisa ditolak terdapat faktor-faktor kelalaian.

Dalam kesempatan yang berbeda, Vice President (VP) Corporate Finance, Ana Diana, menerangkan, untuk saat ini armada sarana milik PT. KAI yang diasuransikan hanya armada baru saja. Sedangkan untuk sarana lainnya yang dibeli dengan kredit investasi dari lembaga perbankan yang sudah diserahterimakan (BAST) kepada PT. KAI, selanjutnya semua akan diasuransikan secara bertahap. "Asuransi aset sarana sesuai dengan amanah dari Undang-undang Perkeretaapian No 23 tahun 2007. Untuk saat ini, asuransinya hanya untuk 144 lokomotif dan 2400 gerbong baru yang sudah datang saja, "ujar Ana

Direktur Keuangan PT. KAI Membuka Sosialisasi Polis Asuransi Aset Sarana

Direktur Keuangan PT KAI, Kurniadi Atmosasmito Membuka Sosialisasi Polis Asuransi Aset Sarana

Ditambahkannya, mengenai polis asuransi business interruption, PT. KAI akan mendapatkan penggantian pemasukan yang diakibatkan tidak bisa beroperasinya sarana selama mengalami kerusakan dan proses perbaikan. Resiko yang diasuransikan ialah kerusakan, kehancuran total, sebagian atau kehilangan kendaraan transportasi kereta api. "Jika terdapat kerusakan aset sarana yang mengakibatkan tidak bisa digunakannya sarana tersebut untuk mendapatkan pemasukan, PT. KAI akan mendapatkan penggantian dari pihak asuransi. Penggantian potensi pendapatan ini dimulai pada hari ke 31 setelah terjadi kerusakan sarana. Tapi jika dalam waktu 30 hari sarana itu sudah siap operasi, PT. KAI tidak mendapatkan klaim businees interruption," tutup Ana. (Humaska)

TOP