Pencarian :
Pilih Perjalanan Anda
Jadwal KA
Untuk mencari jadwal & tarif kereta api yang anda inginkan, anda bisa memanfaatkan fasilitas search engine dibawah ini.
 
 
 
Tanggal :
Asal :
Tujuan :
     

Crude Pal Oil


 

Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar, wajar jika Divisi Regional I Sumatera Utara mengandalkan angkutan minyak kelapa sawit (CPO/ Crude Pal Oil) sebagai angkutan penyumbang terbesarnya. Beberapa perusahaan penghasil CPO yang mengandalkan KA ini adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, PT Musim Mas, Permata Hijau Group, serta Smart. Sedangkan selebihnya adalah PT Pertamina dan PT Bakrie Sumatera Plantations. Perusahaan-perusahaan ini memasok kebutuhan CPOnya dari perkebunan kelapa sawit dan karet di Labuhanratu, Simalungun, dan Asahan yang kesemuanya diangkut menuju Belawan.

Selain angkutan minyak sawit, angkutan lateks (bahan mentah karet) juga menjadi angkutan potensial Sumut. Lateks ini diangkut oleh KA dari berbagai daerah di Sumatera Utara ke Belawan. Angkutan barang lain selain lateks dan CPO, yaitu inti minyak sawit (PKO/Palm Kernel Oil). Namun volume PKO sangat sedikit, jauh di bawah volume angkutan CPO dan lateks. Karena masih sedikit, pengangkutan PKO masih sering digabung dengan rangkaian CPO atau Lateks.

A. Lokasi Angkutan
 
Simalungun-Belawan (CPO, PKO, Lateks)

Asahan-Blawan (CPO, PKO, Lateks)
 
B. Potensi
 
Potensi angkutan KA CPO (ditambah PKO) cukup potesial dalam menggenjot pendapatan PT KA. Namun sayang, potensi KA CPO/PKO belum dimaksimalkan. Bila dikalkulasikan saat ini, KA Kurs CPO/PKO hanya mampu mengangkut sekitar 20 persen dari produksi CPO/PKO Sumatera Utara. Potensi angkutan CPO dan PKO memang besar dan diharapkan terus meingkat setiap tahunnya.
   
C. Kondisi Sarana
 
Gerbong yang dipergunakan angkutan CPO/PKO dan lateks berjenis gerbong tangki KKW. Untuk CPO/PKO, gerbong yang dalam kondisi siap operasi berjumlah 40 unit. Sedangkan Lateks sebanyak 7 unit. Pada tahun 2009-2010, jumlah gerbong CPO/PKO akan mengalami kekurangan karena meningkatnya permintaan angkutan. Pada tahun 2009, angkutan CPO/PKO diproyeksikan membutuhkan sebanyak 66 unit, dan pada 2010 meningkat menjadi 73 unit.
   
   
 
 
     
Copyright © 2010 Sistem Informasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Last updated : July 29, 2010
Authorised by : Web Team Information System, Support by Joomla Open Source