Hasil perekrutan tingkat SLTA pegawai PT KA 2009 sudah terbentuk. Sebelum ditempatkan ke unit kerja perlu adanya pembentukan mental dan pola pikir dari sikap dan perilaku. Untuk itu Pusat Pendidikan dan Latihan PT KA (persero) mengadakan pelatihan pembentukan pribadi bagi para pegawai baru tingkat SLTA. Pendidikan ini menjadi kegiatan rutin setiap perekrutan pegawai PT KA. Ini menjadi program reguler yang terus dilakukan.
Dalam pola karir pegawai baru (PKM) selama masa pemagangan harus melalui tahap Diksarwira, Pra jabatan, Orientasi kerja, Diklat Teknis Operasional dan Praktek Kerja Lapangan (Magang). Dari pola karir tersebut kegiatan yang pertama dilaksanakan adalah diksarwira dan prajabatan yang keduanya tergabung dalam kegiatan Pembentukan Pegawai Efektif. Dalam program pelatihan pegawai ini, Pusat Pendidikan dan Latihan (PUSDIKLAT) PT KA berkerjasama dengan Pusat Pendidikan Ajudan Jendral (PUSDIK AJEN) dan Tim Psikologi. Program pelatihan dilaksanakan selama 8 hari, mengambil tempat di PUSDIK AJEN Lembang Bandung. Tahun ini hasil perekrutan pegawai Tingkat SLTA mencapai 2300 dari Jawa maupun Sumatra, maka dalam pelaksanaan kegitan pelatihan dibagi menjadi 4 gelombang. Masing-masing gelombang mencakup 580 peserta. Kegiatan ini telah berjalan dari tanggal 16 Januari 2010 kemarin dan berakhir bulan Februari 2010.

Kegiatan pelatihan pembentukan effectiveness personality ini bertujuan untuk :
1. Mengubah & mengembangkan PKM agar mampu melaksankan tugas serta tanggungjawab sesuai kebutuhan perusahaan;
2. Menyiapkan PKM agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing dan perubahan;
3. Mampu menjadi pelayan jasa angkutan KA yang mengutamakan keselamatan;
4. Membentuk PKM agar berkemampuan dalam menjaga kestabilan stamina dan jasmani untuk tetap bertahan dalam berbagai kondisi;
5. Membentuk pribadi yang disiplin, loyal, tangguh dan mampu bersinergi di dalam perusahaan;
6. Mengembangkan sikap mental iman taqwa yang lebih baik dan memacu semangat berprestasi serta mengembangkan sikap profesional.
7. Memperkuat mentalitas,spiritual, motivasi, disiplin, tanggungjawab, kepercayaan diri dan team work.
8. Membekali peserta dengan ilmu / wawasan perusahaan dan pekerjaannya.
Tujuan utama diadakannya kegiatan pelatihan ini adalah membentuk pola pikir pegawai baru dengan berpikir terbuka, kuat, loyal dan mandiri serta mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan keadaan. Selain itu juga menjalin keakraban yang lebih diantara peserta dan menghilangkan kepenatan dengan memberikan sesuatu yang berbeda berupa permainan-permainan yang menyenangkan. Dalam kegiatan inilah menjadi ajang pertemuan dari berbagai tipe karakter pegawai yang ada dari Jawa sampai Sumatera. Ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal, berkerjasama, menyatukan pikiran dan menyatukan jiwa untuk satu yakni PT. KERETA API.
Dalam kegiatan Pelatihan Pembentukan Effectiveness Personality, materi-materi yang diberikan sangat variatif berupa implementasi untuk bekal di dunia kerja nanti. Materi-materi tersebut meliputi pengetahuan umum tentang Perketaapiaan yang mencakup sejarah, visi misi, tujuan, hak dan kewajiban pegawai, serta bisnis dan pengusahaan Kereta Api. Selain materi tentang perkeretaapiaan dari PUSDIK AJEN memberikan kepada peserta pendidikan tentang kewiraan seperti Bela Negara, Nasionalisme, dan Ketahanan Nasional. Materi-materi yang diberikan ini nantinya menjadi teori dasar dalam melaksanakan tugas sebagai pegawai PT Kereta Api.
Selama menjalani pendidikan, jiwa dan psikologis peserta sangat penting karena merupakan dasar untuk menerima pengetahuan dan intisari dari semua kegiatan yanag dijalani. Disinilah peran penting Tim Psikologis, mereka bekerja keras memperhatikan perilaku dan pikiran peserta selama dalam masa pendidikan. Dalam prakteknya Tim Psikologi memberikan materi berupa permainan outbond seperti kegiatan di lapangan dengan bermain tali, permainan trust to other, permainan yang menguji kekompakan, kerjasama tim yang ditujukan untuk menggalang rasa kebersamaan, saling percaya, kepedulian dan tenggang rasa serta konsentrasi. Pesan-pesan yang tersirat itu nantinya diharapkan menjadi bekal untuk diterapkan di lingkungan kerja dan diimplementasikan pada kinerja para pegawai.Diharapkan dengan sentuhan psikologis ini peserta mengalami perubahan dasar yang luar biasa dari egois menjadi empati, dari tertutup menjadi terbuka, dari yang minder menjadi percaya diri, dan dari yang penakut menjadi pemberani.



