Pencarian :
Pilih Perjalanan Anda
Jadwal KA
Untuk mencari jadwal & tarif kereta api yang anda inginkan, anda bisa memanfaatkan fasilitas search engine dibawah ini.
 
 
 
Tanggal :
Asal :
Tujuan :
     

BBM


 
BBM DI SUMATERA

Di Sumatera, KA BBM beroperasi di wilayah Divisi Regional I Sumatera utara dan Divisi Regional III Sumatera Selatan. Namun KA BBM di Sumatera tidak mengangkut BBM jenis avtur. BBM yang diangkutnya pun merupakan hasil produksi PT Pertamina, yaitu premium, kerosin dan solar.

Di wilayah Divisi Regional I Sumatera Utara, BBM diangkut oleh KA dari Depot Pertamina Stasiun Labuhan ke Depot Pertamina Siantar. Rangkaiannya terdiri dari 1 lokomotif (BB303 atau BB302) dan 5 atau 6 gerbong KKW atau KKRU. Sedangkan jenis angkutannya berjenis premium dan solar Uniknya, karena lintasan dari Kisaran menuju Siantar menanjak, penarikan gerbong terpaksa dilakukan bertahap. Lokomotif menarik 2 atau 3 gerbong dari Kisaran ke Siantar.

Gerbong sisanya dititipkan di Stasiun Kisaran sebelum dijemput kembali oleh lokomotif yang telah mengantar 3 gerbong lainnya. Arah sebaliknya, karena kontur jalur menurun serta kondisi gerbong yang kosong, rangkaian 5-6 gerbong cukup ditarik 1 lokomotif.

Sedangkan di Divre III Sumsel, lokomotif yang dipergunakan berjenis CC201, BB202 atau BB203 disesuaikan dengan kebutuhan dan lokomotif yang tersedia. Jenis BBM yang diangkut berjenis premium, kerosin dan solar yang kesemuanya diangkut dari Kertapati.

A. Lokasi Angkutan
 
  Sumut
 
Labuhan-Siantar sejauh 146 kilometer
 
  Sumsel
  Kertapati-Lubuklinggau sejauh 305 kilometer
Kertapati-Lahat sejauh 190 kilometer
Kertapati Baturaja sejauh 171 kilometer
 
B. Potensi
 
Angkutan BBM di Divre I Sumut merupakan angkutan barang yang menyumbang pendapatan terbesar kedua setelah angkutan CPO dan Latex. Sedangkan di Divre III Sumsel angkutan BBM merupakan angkutan barang yang menyumbang pendapatan terbesar kedua setelah batubara. Malah, dari segi pendapatan angkutan BBM Divre III Sumsel merupakan angkutan BBM yang menyumbang pendapatan terbesar dari seluruh angkutan BBM di Indonesia
 
C. Kondisi Sarana
 
Kondisi sarana gerbong BBM di Divre I Sumut saat ini yang siap operasi berjumlah 104 unit. Jumlah ini diproyeksikan masih dapat mencukupi dalam memenuhi permintaan angkutan pada periode 2009-2010 ini. Sedangkan di Divre III Sumsel, saat ini tersedia 72 gerbong KKW dalam kondisi siap operasi. Namun jumlah ini diperkirakan masih kurang untuk memenuhi permintaan angkutan BBM yang diproyeksikan membutuhkan 86 unit KKW pada tahun 2009 dan 90 unit pada tahun 2010
   
D. Kondisi Prasarana dan Fasilitas
 
Kondisi prasarana di Depot Pertamina dilengkapi oleh tangki timbun, pompa hisap. Setiap harinya, 1000 ton BBM yang dapat dibongkar di Depot Pertamina
   
   
BBM DI JAWA

Di Jawa, angkutan BBM yang beroperasi mengangkut BBM berjenis kerosin (minyak tanah), premium (bensin), solar, serta avtur (bahan bakar untuk pesawat). KA BBM di Jawa, beroperasi di wilayah Daop V Purwokerto, Daop VI Yogyakarta, dan Daop VIII Surabaya.

Uniknya, beberapa lintasan untuk KA Kurs BBM di koridor Maos-Tegal menggunakan dobel traksi, yaitu mulai dari Purwokerto hingga Bumiayu. Penggunaan dua lokomotif di lintasan ini karena kontur yang mendaki di lintasan ini. Dari Bumiayu, KA kembali menggunakan single traksi, satu lok lagi kembali ke Dipo Lokomotif Purwokerto. Jumlah rangkaiannya 15 hingga 20 gerbong.


Selain Purwokerto-Bumiayu, KA BBM Benteng-Malang juga menggunakan dobel lokomotif, yaitu di lintasan Bangil-Malang Kotalama karena lintasannya yang juga menanjak. Uniknya, selain dengan sistem dobel lokomotif, penarikan gerbong BBM juga di lintasan Bangil-Malang Kotalama juga menggunakan sistem pengurangan rangkaian. Jadi lokomotif harus bolak-balik mengambil gerbong yang di parkir sementara di Bangil menuju Depot Pertamina Malang Kotalama dalam beberapa tahap.

Depot Pertamina Malang Kotalama merupakan salah satu depot BBM tertua Indonesia. Depot ini dibangun oleh pemerintahan Belanda pada tahun 1930-1940. Dulunya, sebelum dikelola PT Pertamina (Persero), depot BBM ini dikelola oleh perusahaan minyak internasional, Shell.

A. Lokasi Angkutan
 

Ada 3 relasi KA BBM yang beroperasi di Jawa, yaitu :

  1. Maos (Jawa Tengah) – Tegal (Jawa Tengah), sejauh 134 kilometer mengangkut BBM berjenis premium, kerosin, dan solar.
  2. Cilacap (Jawa Tengah) – Rewulu (Yogyakarta), sejauh 131 kilometer mengangkut BBM berjenis avtur
  3. Benteng (Surabaya, Jawa Timur) – Malang Kotalama (Jawa Timur), sejauh 100 kilometer mengangkut BBM berjenis kerosin, premium dan solar.
   
B. Potensi
 
Di Jawa, KA BBM merupakan jenis KA barang terbesar dalam jumlah volume pengangkutannya. Pada 2003-2007, KA BBM mencatatkan presentase volume sebesar 59,70 % dari total angkutan KA Barang di pulau Jawa. Wajar, karena volume angkutannya sangat besar, yaitu sekitar 20 juta ton volume BBM dari berbagai jenis yang diangkut oleh KA setiap tahunnya.
   
C. Kondisi Sarana
 

Di Jawa, BBM diangkut menggunakan gerbong KKW dan KR. Biasanya, BBM jenis kerosin, solar, premium dan gas diangkut menggunakan KKW berkapasitas 36 ton liter pergerbongnya. Sedangkan avtur biasanya menggunakan gerbong berjenis KR dengan kapasitas 15.750 liter pergerbongnya. Sedangkan lokomotifnya menggunakan lokomotif CC201 atau BB201 sebagai lok langsirnya. Saat ini, jumlah gerbong KKW yang tersedia dalam kondisi siap operasi di Daop V sebanyak 145 unit, Daop VI sebanyak 118 unit, dan Daop VIII sebanyak 145 unit

   
D. Kondisi Prasarana dan Fasilitas
 
Kondisi prasarana di Depot Pertamina dilengkapi oleh tangki timbun, pompa hisap. Setiap harinya, 1000 ton BBM yang dapat dibongkar di depo pertamina
 
 
     
Copyright © 2010 Sistem Informasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Last updated : July 29, 2010
Authorised by : Web Team Information System, Support by Joomla Open Source