1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

KA Batubara Sumatera Selatan

Sumatera Selatan memiliki kandungan batubara luar biasa besarnya. Diperkirakan, tambang batubara di Tanjungenim ini menyimpan 15,6 milyar ton batubara. Artinya, sekalipun penambangannya dimaksimalkan hingga 50 juta ton pertahunnya, batubaranya tidak akan habis ditambang selama 200 tahun. Namun melimpahnya kandungan batu berwarna hitam ini tidak didukung oleh lokasi tambang. Sulit dan jauhnya lokasi penambangan membuat angkutan batubara Sumatera Selatan hanya dapat diangkut dengan kereta api hingga dermaga pelabuhan Kertapati (Palembang) dan Tarahan (Lampung).

Potensi angkutan emas hitam ini menjadi kekuatan pendapatan bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Sumatera Selatan. Kerjasama angkutan batubara yang sudah terjalin yaitu dengan PT Bukit Asam, PT Bara Alam Utama dan PT Semen Baturaja.

KA Babaranjang dengan ditarik lokomotif CC204 baru.

KA Babaranjang dari Tarahan menuju Tanjungenimbaru.

 

I. KA Babaranjang (KA BBR)
 
 

Batubara hasil produksi PT Bukit Asam di Tanjungenim ini diangkut dengan kereta api ke Tarahan (Lampung) dan Kertapati (Palembang). Untuk pengangkutan dari Tanjungenim Baru-Tarahan, KA Batubara yang beroperasi lebih dikenal dengan nama KA Babaranjang (Batubara Rangkaian Panjang) atau disebut KA BBR. Ada 18 KA yang beroperasi setiap harinya dari Tanjungenimbaru-Tarahan,pp.

Sesuai namanya, KA Babaranjang merupakan KA terpanjang di Indonesia. Satu rangkaian KA Babaranjang terdiri dari 40 gerbong KKBW dengan 2 lokomotif CC202 atau 60 gerbong KKBW dengan 3 lokomotif CC202. Menggunakan dua lokomotif terbaru CC205 mampu menarik 50 gerbong KKBW. Panjangnya, bisa mencapai 1 kilometer lebih. KA Babaranjang menggunakan gerbong terbuka berjenis KKBW dengan muatan 50 ton. Gerbong yang digunakan buatan PT INKA dan China.

KA Babaranjang beroperasi dari tambang Stasiun Tanjungenim Baru (Sumatera Selatan) ke Pelabuhan Tarahan (Lampung) yang berjarak 410 km dan ditempuh dalam waktu sekitar 15 jam perjalanan. Dalam sehari, ada 20 KA Babaranjang yang mengangkut batubara dari Tanjungenim ke Tarahan. Proses pengisian di Tanjungenim menggunakan TLS (Train Loading System) dengan cara mencurahkan batubara ke gerbong dari atas sesuai kapasitas muat gerbong KKBW. Pembongkaran di Tarahan juga terbilang cepat karena terdapat 2 jalur lingkar dan menggunakan mesin RCD (Rotary Circle Dumper). Dengan RCD, gerbong diputar balik sehingga seluruh isinya tumpah ke dalam bak penampungan. Hanya butuh waktu 2,5-3 menit per gerbong untuk menumpahkan isinya atau paling lama 2,5 jam untuk 1 KA dengan muatan 43 gerbong KKBW.

Sebagian besar hasil batubara dari Tarahan untuk pasokan batubara keperluan pembangkit listrik Jawa-Bali di Suralaya, Cilegon, Banten dan ekspor.

 
II. KA Batubara (KA KPT)
 
 

KA Batubara dari tambang PT BA Tanjungenimbaru ke Dermaga Kertapati (Palembang) rangkaiannya lebih pendek dan jumlahnya bervariasi. Lokomotif penariknya pun cukup menggunakan seri CC201 dan gerbong KKBW yang dipergunakan hanya berkapasitas 25-30 ton.

KA Batubara tujuan Kertapati atau disebut KA KPT beroperasi dari Stasiun Tanjungenimbaru ke Kertapati ditempuh sejauh 165 km dengan waktu sekitar 5 jam. Dalam sehari, ada 8 KA yang mengangkut batubara dari Tanjungenim ke Kertapati. Sebanyak 5 KA dengan masing-masing membawa 35 gerbong KKBW berkapastitas 30 ton buatan PT INKA, 2 KA membawa masing-masing 24 gerbong KKBW 25 ton (gerbong eks Padang) dan 1 KA membawa 15 gerbong KKBW 30 ton buatan Rumania.

Berbeda dengan pembongkaran di Tarahan, pembongkaran di Kertapati dilakukan secara manual/bottom loading dengan membuka penutup gerbong KKBW bagian samping. Untuk memasukkan rangkaian ke jalur pembongkaran, lokomotif harus berpindah posisi untuk mendorong mundur rangkaian ke Apron Feeder (bak penampung bongkaran batubara). Selanjutnya batubara diolah lagi dan dikirim menggunakan kapal tongkang untuk keperluan ekspor dan pasokan ke Suralaya, Cilegon dan ekspor.

 

KA Babaranjang PT BA Tanjungenimbaru-Tarahan,pp.

KA Batubara PT BA Tanjungenimbaru-Kertapati,pp.

KA Batubara PT BAU Sukacinta-Kertapati,pp.

KA Batubara PT SB Tanjungenimbaru-Tigagajah,pp

 

III. KA Batubara Swasta
 
 

Potensi besar angkutan batubara mendorong PT KAI (Persero) terus mengembangkan jalinan kerjasamanya dengan perusahaan pertambangan swasta. Salah satunya dengan bekerjasama dengan PT BAU mengangkut muatan batubara sekitar 5 juta ton pertahun dan dengan PT BMSS juga 5 juta ton setahunnya.

Mulai 8 Januari 2011 secara resmi telah dioperasikan perjalanan perdana KA Batubara PT BAU dari Sukacinta ke Kertapati. Pada awal operasi KA Batubara milk PT BAU dijalankan setiap dua hari sekali, dan kini sudah bisa dijalankan setiap hari sebanyak 6 KA. Angkutan Batubara PT BAU menggunakan sarana gerbong seperti angkutan Batubara Cigading-Bekasi, yaitu menggunakan gerbong datar PPCW dan kontainer berkapasitas 40 ton (2 kontainer isi 20 ton/kontainer). Proses pembongkarannya di stockpile Kertapati menggunakan loader excavator lalu dinaikkan ke truk trailer menuju Dermaga Pengapalan PT BAU.

 
IV. KA Batubara PT. SB (Semen Baturaja)
   
 

Selain dengan PT BA dan PT BAU, kerjasama angkutan batubara juga dilakukan dengan PT Semen Baturaja (PT SB). Muatan batubara dibawa dari Tanjungenimbaru ke Tigagajah untuk pasokan bahan bakar keperluan industri semen PT Semen Baturaja. Setiap harinya dijalankan 1 KA dengan membawa rata-rata 11 gerbong terbuka ZZOW/KKBW.

KONDISI SARANA GERBONG BATUBARA SUMATERA TAHUN 2011

 

Pembongkaran batubara di Tarahan.

Pembongkaran batubara di Kertapati.

Pengisian batubara ke kapal tongkang di Kertapati.

Pembongkaran kontainer isi batubara PT BAU di Kertapati.

 


Space Iklan 220x120px

KA Barang