1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

KA Batubara Cigading-Bekasi

Inilah satu-satunya KA Batubara di Pulau Jawa. KA Batubara Cigading-Bekasi merupakan penerusan angkutan batubara dari Sumatera Selatan dan Kalimantan. Dari KA Babaranjang, batubara dari Tarahan diseberangkan dengan kapal ke Cigading, Banten. Selanjutnya, muatan batubara diangkut dengan kereta api dari Cigading ke Stasiun Bekasi, Jawa Barat.

Operasional KA Batubara Cigading-Bekasi dimulai dengan kerjasama pengangkutan antara PT AJW (PT Aneka Jasatama Wahana) dengan PT KAI. Tujuannya adalah untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar batubara bagi pabrik semen PT Indocement. Kerjasama pengangkutan dimulai pada tahun 1986.

KA Batubara Cigading-Bekasi melalui rute Cigading-Tanahabang-Kampungbandan-Pasarsenen-Bekasi sejauh 185 kilometer yang ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam. Gerbong yang digunakan jenis gerbong datar PPCW dengan muatan batubara yang diangkut dalam bak kontainer. Di Cigading, pengisian ke bak kontainer menggunakan TLS (Train Loading System). Dan setiba di Bekasi, pembongkaran menggunakan crane lalu diangkut dengan truk ke pabrik PT Indocement di Cibinong, Bogor dan industri sekitar Bekasi diteruskan dengan truk.

Setiap harinya dijalankan 2 KA dan hari Minggu sesuai permintaan terkadang dijalankan 1 KA tambahan. Stamformasinya hanya 18-20 gerbong dengan ditarik lokomotif CC201. Karena jumlah rangkaian gerbongnya lebih sedikit dari KA Babaranjang atau KA Batubara Kertapati, KA ini kerap dijuluki sebagai KA Babarandek alias Batubara Rangkaian Pendek.

Pengisian batubara di Cigading.

KA Batubara dari Cigading menuju Bekasi

KONDISI SARANA GERBONG BATUBARA JAWA TAHUN 2011

Rencana Pengembangan

KA Batubara diakui sebagai angkutan paling potensial PT KAI yang menyumbang pemasukan cukup besar. Itu karena sekitar 60 persen pendapatan operasional kereta api diraih dari operasional KA ini. Investasi besar-besaran dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan pengadaan sarana lokomotif dan gerbong. Mencakup: 100 unit lokomotif CC204, 44 unit lokomotif CC205, 1200 unit gerbong PPCW 42 ton dan 1200 unit gerbong KKBW 50 ton.

Angkutan KA Batubara Tanjungenimbaru-Tarahan yang saat ini baru 13 KA, tahun 2012 akan bertambah menjadi 18 KA (target 13,4 juta ton/tahun). KA Batubara Tanjungenimbaru-Kertapati yang saat ini 8KA akan ditambah 1 KA lagi di tahun 2012 dengan target angkut 2,6 juta ton/tahun. KA Batubara PT BAU yang sekarang 2 KA akan bertambah menjadi 4 KA di tahun 2012. Pada kesempatan berikutnya PT KAI juga akan mengambil peluang bisnis angkutan batubara dengan PT. BMSS (Bara Multi Sugih Sentosa), PT BME (Bumi Merapi Energi), PT GGB (Golden Great Borneo) dan PLN Batubara.

Rencana investasi sampai dengan tahun 2014, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang membangun double track dari Tanjungenimbaru-Prabumulih (78 km) dan menambah 9 stasiun baru. Di lintas Prabumulih-Tarahan ada penambahan 8 stasiun baru untuk meningkatkan kapasitas lintas/frekuensi KA lebih banyak. Investasi lain berupa infrastruktur Dipo perawatan gerbong, Balai Yasa dan penambahan SDM (pegawai).

PT BA juga akan menambah 1 TLS (Train Loading System) di Tanjungenimbaru, menambah 2 unit mesin RCD (Rotary Circle Dumper) di Tarahan berikut 2 jalur kembar serta perluasan area stockpile di Tarahan. Di tahun 2014, PT BA akan menargetkan muatan batubara yang diangkut dengan kereta api sebanyak 20 juta ton.

 


Space Iklan 220x120px

KA Barang