1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Angkutan CPO, PKO dan Lateks

Sumatera Utara merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar termasuk karet yang menghasilkan produk olahan berupa CPO (Crude Palm Oil), PKO (Palm Karnel Oil) dan Lateks. Komoditas tersebut selain dipasok untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian juga diekspor ke luar negeri. Potensi CPO yang diproduksi beberapa perusahaan di Sumatera Utara sebesar 3.500.000 ton. Dengan rincian antara lain dari PTPN III (860.000 ton), PTPN IV (1.100.000 ton), Musim Mas (300.000 ton), Smart (180.000 ton), Nubika Jaya (500.000 ton), Lonsum (60.000 ton), dan beberapa perusahaan lainnya (500.000 ton). Sedangkan potensi Lateks mencapai 80.000 ton.

Dengan potensi besar tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan layanan angkutan barang cair. Minyak CPO, PKO dan Lateks dapat diangkut dengan kereta api menggunakan gerbong ketel jenis KKW. Demikian juga dengan biji sawit, bisa diangkut dengan gerbong tertutup jenis TTW. Keunggulan lain yang ditawarkan yaitu proses pengangkutan langsung dari Kebun/Pabrik dengan tersedianya jalur/sepur simpang dan pengiriman ke Belawan langsung ke tempat pembongkarannya di Ujung Baru. Pembongkaran langsung ke tangki penampungan.

Gerbong PKO Gerbong CPO Gerbong CPO model kontainer

Beberapa perusahaan penghasil CPO yang telah menjalin kerjasama angkutan barang menggunakan kereta api antara lain : PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, PT Musim Mas, PT Smart, PT PHG (Permata Hijau Group), dan PT Asian Agri Culture.

Untuk PTPN III, angkutan CPO dengan kereta api melayani dari Kebun Rambutan saja. masih ada tiga Kebun lainnya milik PTPN III yaitu dari Kebun Aek Nabara Selatan, Kebun Sisumut dan Kebun Sei Silau yang belum diangkut dengan kereta api. Sedangkan angkutan CPO dengan PTPN IV sampai sekarang masih berjalan dengan melayani dari 7 Kebun Pengolahan CPO, yaitu: Kebun Adolina, Kebun Pabatu, Kebun Dolok Ilir, Kebun Gunung Bayo, Kebun Air Batu, Kebun Puluraja dan Kebun Berangir.

Khusus untuk angkutan Lateks muatan diangkut dengan kereta api dari Kebun Bunut milik PT Bakrie Sumatra Plantation ke Pelabuhan Belawan. Angkutan barang lain, yaitu inti minyak sawit (PKO/Palm Kernel Oil).

Dalam operasionalnya, volume PKO juga sangat sedikit, jauh di bawah volume angkutan CPO dan Lateks, sehingga pengangkutannya saat itu masih sering digabung dengan rangkaian CPO atau Lateks.

Setiap harinya KA CPO djalankan dari stasiun pemberangkatan yaitu Rantauprapat, Kisaran, Tebingtinggi untuk selanjutnya dibawa ke Stasiun Medan. Setiba di Stasiun Medan, rangkaian selanjutnya dibawa menuju Stasiun Belawan. Di Stasiun Belawan, rangkaian kemudian dikirim menuju tempat pembongkaran masingmasing perusahaan (PTPN III, PTPN IV, Bakri Sumatra Plantation).

Untuk kebutuhan operasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional 1 Sumatera Utara telah menyiapkan beberapa lokomotif untuk langsiran. Satu lokomotif di Stasiun Kisaran untuk mengambil rangkaian gerbong CPO dari Puluraja dan Bunut, satu lokomotif di Tebingtinggi untuk mengambil/menyiapkan rangkaian gerbong CPO di Rambutan dan Dolokmerangir, dua lokomotif di Stasiun Belawan untuk mengantar muatan dan menarik rangkaian gerbong kosong di pembongkaran CPO kawasan Ujung Baru.

Rencana Pengembangan

Pembongkaran muatan CPO, PKO dan Lateks di Belawan

Setiap hari jalan utama dari sentra pengolahan pabrik kelapa sawit maupun lateks hingga Pelabuhan Belawan dipenuhi truk-truk bermuatan CPO, PKO maupun Lateks. Peluang angkutan tersebut baru sebagian kecil diangkut dengan kereta api (20%) atau baru sekitar 2.520 ton per hari. Dengan potensi hasil perkebunan yang bisa diangkut demikian besar, kondisi prasarana dan sarana yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional 1 Sumatera Utara secara bertahap akan dilakukan pembenahan dengan penambahan sarana lokomotif baru diesel elektrik sekelas CC201 dan juga penambahan gerbong ketel.

KONDISI SARANA GERBONG CPO, PKO & LATEKS TAHUN 2011




Space Iklan 220x120px

KA Barang